Watch our videos
on YouTube
Follow us on
Twitter
Join us on
Facebook
Join the HearPeers Community
A A A
Choose your
Country
 Bahasa - Indonesia

Mona

Perjalananku menuju tarian dan musik
bersama implan koklea

Saya lahir bulan Juli 1989. Pada saat ini, tidak ada tanda saya setengah tuli atau akan menjadi tuli. Tidak seorang pun di keluarga saya pernah berpikir itu mungkin terjadi. Orang tua saya menyekolahkan saya di taman kanak-kanan normal, sekolah yang sama dengan saudara laki-laki dan perempuan saya.

Menjelang akhir taman kanak-kanak saya mulai mengalami gangguan pendengaran. Saat saya dipanggil, saya tidak’ bereaksi secepat anak lainnya. Orang tua saya membawa saya ke berbagai dokter anak’, yang mereka sendiri tidak yakin apa masalahnya. Beberapa dokter yakin saya hanya kurang konsentrasi saja. Orang tua saya menyekolahkan saya di sekolah dasar normal dan belakangan, di kelas satu, jelas terlihat ada sesuatu yang salah dengan pendengaran saya’. Saya tidak’ dapat memahami instruksi guru saya.

Saat menerima alat bantu dengar pertama saya, saya menyadari bahwa saya sangat senang musik. Alat musik pertama yang saya pelajari adalah biola. Saya benar-benar menyukai musik tetapi masalah pendengaran saya membuat saya kesulitan mempraktikkan atau mengembangkannya. Saya ingin suatu tantangan, saya ingin menunjukkan bahwa saya dapat melakukan hal yang dapat dilakukan orang lain. Musik adalah terapi bagi saya dan saya selalu merasa, setiap memainkan musik saya adalah seorang yang istimewa. Belakangan, saya ingin bersekolah di sekolah menengah terpadu.

Saat saya memasuki kelas 6, pendengaran saya semakin memburuk. Dokter menyarankan saya untuk menggunakan implan koklea. Tetapi saya menolak, karena saya yakin bahwa pendengaran saya akan membaik, sama seperti saat pendengaran saya memburuk. Sayangnya, pendengaran saya semakin memburuk dan saat kelas 8, saya hampir kehilangan pendengaran total.

Dokter merasa heran karena saya tidak’ kehilangan kemampuan saya berbicara dengan jelas. Mereka memberi saya dua pilihan, implantasi koklea atau ketulian. Saya sangat mencintai musik sehingga ketulian bukanlah suatu pilihan. Setelah berpikir lama, saya memilih implan dari perusahaan MED-EL. Pada Januari 2004, saya menerima IK pertama saya di sebelah kanan. Pendengaran saya meningkat cepat walaupun terasa sulit pada awalnya. Suara terdengar aneh awalnya tetapi seiring waktu, semuanya menjadi lebih jelas dan lembut bagi telinga saya. Saya bahkan dapat mendengar bunyi bising di latar belakang. Saya sadari bahwa saya mulai mengalami kemajuan lagi dalam bermusik. Saya dapat mendengar nada lebih baik dan saya bahkan dapat mengenali kesalahan saya sendiri. Hal ini tidak mungkin didapat dengan alat bantu dengar.

Saya menerima IK ke 2 saya pada Desember 2006. Saya memutuskan untuk memasang yang kedua karena musik sangat berperan dalam hidup saya. Musik merupakan suatu yang sangat penting dalam hidup saya.

Sekali lagi, saya melihat kemajuan yang besar. Saat ini, saya bangga karena saya adalah seorang pengguna MED-EL. Seringkali saya lupa kalau saya mengalami gangguan pendengaran. Musik telah membantu saya melalui semua ini.

Saat ini, saya berada di kelas 13 di sekolah untuk penderita gangguan pendengaran di Essen, Jerman. Di sini saya menyadari saya juga sangat suka menari! Dua guru saya memberikan kelas tari untuk penderita tunarungu. Kami, antara lain, mempelajari tari tango! Saya sangat suka menari dan telah melakukannya selama tiga tahun saat ini. Saya benar-benar senang mendengar ritmenya dan sangat ingin menarikan tarian paling sulit ini. Tanpa implan koklea saya, saya tidak akan pernah melalukan semua ini. Dukungan orang tua, musik yang saya cintai dan tentu saja implan koklea saya benar-benar telah membantu saya meraih semua ini. Ini merupakan hal yang sangat saya banggakan. Setelah selesai sekolah, saya ingin mempelajari musik. Saya tahu, saya dapat melakukan ini berkat implan koklea saya!

Alat ini telah memberikan saya kehidupan baru!
Home Dukungan Pemakai Kisah Nyata Testimonial Mona (IK)
© 2017 MED-EL       forward.cc