Watch our videos
on YouTube
Follow us on
Twitter
Join us on
Facebook
Join the HearPeers Community
A A A
Choose your
Country
 Bahasa - Indonesia

Johannes

Dipasang pada usia 4 bulan

Saat anak laki-laki kami Johannes dilahirkan, pemeriksaan pendengaran rutin terhadap bayi baru lahir yang dilakukan dua hari kemudian mengindikasikan ketulian pada kedua telinganya. Diagnosis ini membuat kami terkejut.

Namun demikian, karena tidak ada satu pun keluarga kami yang mengalami kerusakan pendengaran, kami berharap ini adalah suatu kesalahan dan pemeriksaan berikutnya akan memberikan hasil yang lebih baik. Uji pendengaran lain dan pengukuran ABR dilakukan saat ia berumur empat dan enam minggu dan memastikan bahwa si kecil Johannes mengalami kerusakan pendengaran yang serius. Awalnya kami tidak dapat dan tidak akan mempercayainya. Johannes langsung dipasangi dengan alat bantu dengar yang sayangnya tidak berhasil sama sekali. Ia tidak merespons bunyi sebagaimanapun kerasnya. Ia hanya merespons stimulus visual. Suatu pengujian memastikan bahwa Johannes tidak memberi respons terhadap bunyi pada 120 dB.

Segera setelah pemeriksaan pendengaran yang pertama, saya dan suami saya mencari tahu semua hal tentang ketulian. Saat riset kami itulah, kami menemukan implan koklea. Kami menghubungi orang tua yang memiliki anak dengan kerusakan pendengaran yang juga telah dipasangi implan koklea dan mereka memberikan kami informasi yang sangat berguna mengenai pengalaman mereka. Kami pun memutuskan untuk memasang implan.

Pengujian awal sangat menjanjikan; tim IK di Würzburg, Jerman merekomendasikan implantasi langsung. Setelah berkonsultasi dengan dokter anak, dokter anestesi dan dokter THT yang mendukung pemberian tindakan langsung, kami memutuskan untuk menggunakan implan koklea MED-EL. Johannes menjalani operasi tanpa masalah. Selama dirawat di rumah sakit, gigi pertamanya tumbuh dan ia belajar tengkurap. Seluruh tim IK sangat mendukung kami secara emosional.

Penyesuaian pertama dilakukan 6 minggu kemudian. Kami menantikan hari ini tetapi kami juga khawatir. Apakah bayi kecil kami akan merespons? Akankah ia dapat mendengar? Audiologis yang hadir saat itu memainkan segitiga. Saat Johannes mendengar bunyi pertama tersebut, ia terlihat heran dan mulai tertawa. Kami sangat tercengang oleh reaksi kuat si kecil kami. Kami benar-benar gembira! Permainan diulang dengan masing-masing bunyi. Saat bunyi segitiga itu tidak terdengar lagi, Johannes juga berhenti tertawa. Karena Johannes masih terlalu muda, kami memutuskan untuk memberi jarak waktu pemasangan 3 hari dan dua hari berikutnya sama berhasilnya dengan yang pertama.

Kami menyaksikan dengan penuh kegembiraan karena Johannes dapat mendengar bunyi di sekelilingnya. Bahkan hanya setelah beberapa minggu, kami dapat melihat kemajuannya. Johannes tertidur dan akan terbangun oleh bunyi yang keras dan ia akan segera mencari sumber kebisingan tersebut. Pada saat yang sama Johannes mulai bersuara dan menceracau. Namun, tanpa IK ia tidak mengeluarkan bunyi.

Kami melatih Johannes secara intensif dan banyak berbicara dengannya. Stimulasi dini juga memberi kontribusi penting bagi keberhasilannya. Kemajuannya dengan menggunakan IK telah melenyapkan kekhawatiran kami terhadap ketulian. Kami menjalani kehidupan yang sangat normal bersama Johannes dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan. Anak-anak yang memiliki pendengaran normal menerimanya walaupun menggunakan Cl. Mereka hanya ingin tahu apa yang dikenakan Johannes di telinganya dan setelah dijelaskan mereka bermain bersama Johannes sebagaimana bermain dengan anak normal lainnya. Saya hanya dapat menyampaikan bahwa saya sangat entusias mengenai IK MED-EL dan ingin mendorong orang tua lain yang menghadapi keputusan yang sama dengan kami, kemudian mendorong mereka mengambil langkah tersebut dan membiarkan anak mereka dipasangi implan.
Home Dukungan Pemakai Kisah Nyata Testimonial Johannes (IK)
© 2017 MED-EL       forward.cc